Sabtu, 04 Juni 2011

Fusion Sushi vs Nigiri


Yak, mulai kerasa nih tantangannya untuk mempertahankan komitmen update blog tiap minggu. 2 minggu terakhir ini ada aja yang menghalangi. Mulai dari ada kawinan di luar kota, anak-anak ngga bisa ditinggal, de el el. Tapi insyaallah hobi untuk masak dan foto tiap minggu bisa dapat diwujudkan lagi mulai minggu depan, setelah anakku yang pertama selesai ulangan.


Kemarin-kemarin di tengah kerepotan, sempet sih nyobain bikin fushion sushi. Tepatnya berharap bikin fushion sushi. hehehe. Maksudnya fushion sushi adalah sushi yang ngga konventional. Yang aku cobain kemarin adalah sushi yang norinya di gulung di dalam, terus diisi crabstik ama caviar/telor ikan. Terus ditoping dengan potongan alpukat dan disiram saus teriyaki. Woww sounds good ngga sih? hihihi..tapi bikin sushi yang nasinya diluar ternyata susah dibanding nasinya di dalam dan dibungkus nori. Nasinya agak sulit diatur (rambuut kali..; ))Mungkin karena nasinya aku ngga campur dengan cuka jepang kali ya. Konon cuka jepang itu yang bikin nasinya jadi kaya ketan dan lebih nyatu. Aku ngga pake abis ga yakin ama kehalalannya.


But overall hasil dan rasanya ngga terlalu mengecewakan sih. Suamiku bilang dia suka karena ada semburat rasa manis dari saus teriyakinya. Dan buatku juga pengalaman yang cukup menyenangkan. Jadi pengen berkreasi lagi bikin isi yang macem-macem. Tapi ya kapan-kapan. ; ).

Oiya, satu jenis sushi lagi yang aku buat. Nigiri sushi. Itu lho nasi sushi yang ditoping dengan salmon. yang ini gampang bikinnya, cuma nasi dikepel abis itu ditaro ikannya. Kalo sushi ini kesukaan anakku yang pertama, secara dia sukanya yang mentah-mentah gitu.     -__-'. Sama ma mamahnya.


Sesi foto sejujurnya kurang memuaskan. Ditambah lagi ada gangguan teknis, karena tripodnya mau dibawa suamiku hunting foto juga. Yah next time better lah. But still hope you enjoy the share and the photo. Cheers!

rianakasanty@gmail.com




















Sabtu, 21 Mei 2011

Black Pepper Beef


Ini adalah posting yang tertunda dari hari selasa lalu. Di hari raya Waisak kemarin, aku menyiapkan makan siang dengan tema 'chinese food' untuk keluarga tercinta. Tentu saja 'chinese food' ala aku yahh...hehehe. 'Hero'nya adalah Black Pepper Beef. Pendampingnya adalah jamur tiram cah brokoli dan chicken feet alias ceker yang dimasak dengan minyak wijen. Yuk kita bahas satu-satu.

Black Peppernya sih sebenernya agak ngga 'aci'. Halah. Maksudnya aku make bumbu Black Pepper yang udah jadi ditambahin ma saus hoisin. Konsentrasiku adalah pada dagingnya. Seperti ketika membuat teriyaki beef dahulu, aku menggunakan 'daging kelapa'. Jangan tanya itu bagian mananya sapi ya, karena aku lupa. Pokoke kalau ke carrefour ada tuh yang namanya daging kelapa. Kenapa harus ini? Karena konon bagian yang ini yang empuk jadinya gampang dikunyah ma anak-anak. Di carrefour daging ini dijual dalam bentuk potongan yang cukup besar, rata-rata sekitar 200-300 gram. Daging tersebut dipotong melawan arah dari serat dagingnya, biar tetap terjaga keempukannya. Sempet nanya-nanya juga ma orang carrefournya gimana cara motongnya.



Masaknya super simpel. Tumis bawang putih, masukkin daging. Masak sampai berubah warna, terus masukkin deh bumbunya. Biar agak gaya aku tambahin wortel serut ma daun bawang pas udah mo mateng. Jadi deh. Dagingnya sebenarnya empuk tapi gara-gara difoto dulu terus diangetin lagi, lama-lama dagingnya 'overcooked', akhirnya pas dimakan jadinya sedikit lebih keras .


Selanjutnya adalah makanan pendamping. Kalau jamur tiram cah brokoli ngga usah dibahas lah ya, pasti udah pada tau juga kan. Mungkin yang agak beda adalah chicken feet alias ceker. Kebetulan anak-anakku suka ceker. Bikinnya lumayan seru. Ceker dibumbuin bawang putih dan garam, diemin dulu di lemari es 1 jam. Habis itu digoreng dengan minyak/olive oil sampai kecoklatan. Angkat terus langsung masukkan ke air es. Buat apa? Biar dagingnya 'melepuh' jadi agak gendut-gendut gitu. Jadi makannya gampang.  Untuk bumbunya, tumis campuran bawang putih cincang, jahe cincang, saus tomat, saus sambal, gula, garam dan merica. Masukkin cekernya terus tambah air sampai kira-kira semua cekernya kerendem. Masak dengan api kecil samapi mengental. Sesaat sebelum diangkat, tambahkan minyak wijen. Ini nih yang bikin aromanya makin sedapp.


Begitulah menu makan siang di hari raya Waisak kemarin. Lumayan untuk menambah jam terbang di dapur sekaligus latihan fotografi. Hope you like the pictures! ; )

Rabu, 18 Mei 2011

Chicken Soup & Baked Bean

Weekend kemarin, anakku yang kecil, umurnya 4 tahun, masuk rumah sakit. Dari hari selasa malamnya, dia mengeluh sakit perut dan mual. Hari-hari berikutnya ternyata makin parah karena dia terus bilang mual dan tidak mau makan dan minum. Walhasil, hari Jumat dimasukkanlah ke rumah sakit, biar bisa diinfus karena dia sudah lemas banget. Jadilah aku nginep di rumah sakit sampai 3 malam di sana sampai anakku pulih.


Begitu dia diizinkan pulang, langsung otak ini berputar mau bikin apa untuk makan dia di rumah. Selama ini kalau anak-anakku sakit, aku selalu buat kaldu ayam. Kadang hanya dibumbuin saja tanpa isi. Kali ini, aku mau bikin sup ayam yang isinya suwiran ayam, wortel dan jamur buat mulihin stamina anakku.Ayamnya disuwir dan wortelnya juga diparut agar dia makannya gampang tentunya.


Ngga ada yang khusus sih cara bikinnya. Dada ayam utuh direbus untuk bikin kaldunya. Pertama-tama direbus dengan api besar sampai mendidih dan keluar buih-buih putih. Buih-buih putihnya dibuang, lalu direbus lagi dengan api kecil. Di air rebusannya aku tambahin bawang  bombay, daun seledri ma bawang putih. Setelah kira-kira 45 menit, airnya disaring, terus ayamnya disuwir.


Untuk bikin supnya pertama-tama aku bumbuin dulu kaldu ayamnya. Aku tambahin kecap ikan, garam, merica ma kaldu bubuk. Setelah pas rasanya, baru kemudian suwiran ayam, wortel ma jamurnya dimasukkin deh. Terakhir dimasukkin minyak wijen untuk aroma. Tunggu sampai mendidih, udah deehh. Standar banget ya? hehehe. Biarin lah, yang penting supnya penuh nutrisi buat yang abis sakit. Jangan sakit lagi ya sayang..mamah ngga mau long weekend di rumah sakit lagi.. ; P.


Masih dengan spirit mau bikin makanan yang full nutrisi. Untuk anakku yang besar dan papahnya, aku bikin 'english breakfast'. Halah, gaya. Intinya cuma pengen bikin 'baked beans' sih, terus buat pendampingnya scrambled eggs ma grilled sausage. Cari-cari resep baked beans di internet ngga nemu yang gampang...hehehe...akhirnya berinovasi sendiri ajah. Bikin baked beans pakai tomato sauce kaya buat spaghetti. Tumis bawang bombay masukkin beannya yang sudah direbus, tambahin saus tomat ma air terus dibumbuin garam merica kaldu bubuk, jadi deh. Simple ajah. Yang penting tampilan dan rasa..hehehe.


Well, anakku ternyata gak gitu suka ma baked beannya sih. Tapi ya karena dia memang ga biasa makan kacang-kacangan gitu, soalnya kalau spaghetti saus tomat dia suka. Walhasil dikuliahin lah dia pentingnya makan kacang-kacangan, bla bla bla...hehehe *emakemakmodeon*.


Sesi pemotretan dilakukan dengan secepat mungkin, karena papahnya anak-anak udah kelaparan...But still, hope you enjoy the food, eh pictures..; )).

Minggu, 08 Mei 2011

Aglio Olio


Kali ini giliran masakan andalanku. Sejak nyobain Spaghetti Aglio Olio pertama kalinya di kafe adik iparku, aku penasaran banget pengen nyobain bikin sendiri. Akhirnya dikasih deh secret recipenya ma adik iparku. Udah nyobain beberapa kali dan cukup sukses. Kadang dikasih topingnya daging asap, pernah juga dengan salmon. Kadang aku suka bikin yang ekstra pedas juga. Pernah dimakan begitu saja tapi pernah juga 'disandingkan' dengan steak. Semuanya yummy!


 
Kunci kenikmatan spaghetti aglio olio menurutku adalah karena rasanya yang 'ringan'. Main ingredientsnya hanya olive oil, garlic ma butter. Biar lebih gurih aku suka kasih ekstra butter. kalau pengen pedes bisa ditambahin irisan cabe merah. Toping favoritku pastinya daging asap. Daging asapnya aku tumis terpisah dengan olive oil. Baru setelah rasa spagettinya sudah pas, daging asapnya ditambahkan. Ini dilakukan agar daging asapnya ngga 'overcooked'.

Hari ini aku masak spaghetti aglio olio untuk sarapan. Alhamdulillah kemakan banget ma anak-anakku, sarapannya pada cepet banget, langsung habis! Sungguh perasaan yang tidak ada duanya *curcol*. Hehehe.



Untuk sesi pemotretan ada yang baru buat aku. 2 minggu lalu aku baru beli 'reflector', tapi belum sempat dicoba. Fungsi 'reflector' ini adalah untuk mengoptimalkan cahaya yang ada sehingga mengurangi bayangan. Excited banget nyobainnya dan cukup puas juga ma hasilnya. Rasanya ga sabar pengen nyoba make lagi. Tapi harus mikir dulu objeknya apa. Ada ide ga? hehehe. Cheers!


Senin, 02 Mei 2011

Bacon & Eggs for Breakfast

Breakfast is no.1 meal. Don’t leave home without it, since it is very important to start the day. Bagi sebagian orang indonesia, mungkin breakfast atau sarapan sering identik dengan nasi dan lauk pauknya. Tapi buat aku, breakfast adalah roti dan jus buah, dulu sih ditambah susu tapi sekarang ngga lagi. Mi goreng atau nasi goreng pas weekend. That’s it. Aku suka bingung juga pas weekend pengen bikin sarapan apa. Bosen ajah kalo mi goreng or nasi goreng terus.. So, setelah browsing-browsing, tertarik bikin breakfast ala orang bule. Beef Bacon and eggs. Aku tambahin jamur dan tomat sebagai condiments. Berharap overall akan tampak bagus pas difoto.


Ternyata repot juga bikin sarapan kaya gini di rumah. Karena semua harus dipersiapkan terpisah. Pertama aku bikin mushroom. Simple ajah, jamur ditumis dengan olive oil dan sedikit saus tiram dan garam. Terus aku bikin telurnya. Berhubung buat difoto, pengennya kuning telornya bulat sempurna dan masih setengah matang. Well, emang aku gak jago masak telor kali ya...susah euy! Tapi akhirnya jadi juga dua telur yang cukup cantik dengan kuning telur yang bulat sempurna. Setelah itu aku bikin tomat rebusnya. Gaya-gayaan nyobain yang kaya di junior masterchef. Tomat direbus terus panas-panas dimasukin ke air es, terus dikupas. Kalo di JMC sih jadinya bagus gitu ya tomatnya udah direbus tapi pas dipotong tampak ‘padat’. Kalo aku tomatnya agak lembek walaupun tidak terlalu berair. Anyway, tomatnya terus dipotong kecil-kecil. Terakhir beef baconnya ditumis bentar ama mentega. Udah deh semua disusun di piring.


Sesi pemotretannya agak sulit. Aku susah nemu angle yang pas. Salah satu kendalanya adalah karena jenis makannya banyak, so agak bingung bagusnya fokus dimana. Tapi akhirnya ada beberapa yang aku cukup suka so aku upload deh. Looks yummy ngga? Hehe..yah buatku lumayan lah buat nambah-nambah pengalaman food photograpy. Practice make perfect kan? ; )












Jumat, 22 April 2011

Sushi Wannabe

Anakku sudah lama minta aku bikin sushi. Cuma aku ngebayanginnya kok ribet ya. Tapi dalam rangka bikin makanan yang dia suka, so aku rela deh belajar bikin sushi. Dari YouTube, Website, sampe nanya-nanya ma karyawan Foodhall yang tugas di counter sushi.



Salah satu alasan yang bikin aku ragu-ragu bikin sushi adalah karena anakku itu sukanya sushi dengan ikan mentah, salmon maupun tuna. Dia juga suka baby octopus. Aku takut salah aja ngolahnya, jangan-jangan malah jadi bahaya lagi. Tapi setelah ngobrol ma karyawan Foodhall, ternyata kuncinya adalah kesegaran ikannya. Maksudnya ikan yang dipakai maksimal dua hari dari saat pemotongan. Itupun harus ditaro di freezer untuk menjaga kesegarannya.

 Selain salmon, untuk isi sushi aku pakai telor ikan. Itu lho yang warnanya orange dan imut-imut banget. Kalo dimakan, telor ikan itu seperti 'meletus' di mulut. Hmmm. Yang suka sushi pasti tau deh apa yang aku maksud. hehehe. Selain itu aku juga beli Crab Stick.


Karena baru perdana bikin Sushi, banyak juga ya yg harus dibeli. Salah satunya pasti tiker untuk bikin sushinya. Terus beras jepang dan Nori (rumput laut buat bungkus sushinya). Aku juga beli tepung tempura untuk efek crunchy. Ohya, sebelum belanja keperluan bikin sushi, aku makan dulu di sushi tei. Ceritanya observasi. ; ), padahal sih emang doyan.

Pagi ini,  'pertempuran' dimulai. Pertama-tama aku siapin nasinya. Berhubung masih percobaan aku ngga pakai tuh beras jepangnya. Pake nasi yang ada aja. Nasinya aku bumbuin pakai minyak wijen ma garem. Kalo resep aslinya sih pake Vinegar apaa gitu...tapi berhubung mahal dan belum tentu halal pula, aku pake minyak wijen ajah. Tips ini aku dapet di satu-satunya video dengan bahasa indonesia di YouTube dengan kata kunci "cara membuat sushi". Very helpful lho.


Salmon dan Crab Stiknya aku potong memanjang. Aku tambahin timun juga buat variasi. Dan pastinya ngga lupa tepung tempura yang digoreng dengan minyak panas agar renyah. Aku ngga pakai mayonaise sama sekali. 


'Gulungan' pertama aku isi dengan salmon dan tepung tempura. Belom sempet aku foto udah tandas dimakan anakku ma bapaknya.'Gulungan kedua', aku isi dengan salmon, crispy tempura dan telor ikan. Terus difoto dulu deh sebelum lenyap ke dalam perut. Ohiya, untuk kecap sushinya standar pake kecap kikkoman. Rasanya udah mirip banget ma yang di restoran.'Gulungan' ketiga aku isi ma crab stick dan timun terus ditaburi telur ikan.


 
Untuk rasa, walau masih jauh dibandingin Sushi tei, tapi ok lahh. Dan yang paling penting, anakku sukaaa....!! Yayyy..!! Mission accomplished. ; ).


Golden Mushroom

Weekend ini rencananya pengen nyobain bikin makanan-makanan yang kira-kira disukain anakku yang gede dan bisa dijadiin bekel ke sekolah. Masalahnya anakku yang satu ini walaupun suka kelaperan tapi termasuk picky eater. Walaupun lapar, ngga berarti semua makanan bisa masuk. Makanya aku sering pusing mo bawain apa. So berhubung long weekend, yuk deh coba-coba resep.



Salah satu resep yang aku coba yaitu  Golden Mushroom. Apa tuh? ya basically jamur yang digoreng pake tepung tempura. Jamur yang aku pakai jamur biasa yang warna putih, ngga tau deh namanya. Yang pasti bukan shitake. Jamurnya dibumbui sebelum dicampur dengan adonan tepungnya. Adonan tepungnya juga dibumbui biar ada rasanya. Bumbunya cuma lada dan garam. Setelah jamurnya dicampur dengan adonan tepung dimasak deh di minyak panas sampai warnanya kuning keemasan. That's it. Simple kan?



Hasilnya garing di luar, empuk di dalam. Enak dehh....!! Tapiiii...anakku ga sempet nyobain pas baru jadi banget. Padahal saat itu tuh best momentnya. Dia nyobainnya beberapa jam kemudian pas tepungnya udah ga garing lagi, kaya melempem gitu...ya terus dia bilang ga suka..huhuhu...sedihhh :'(



Anyway, kayanya aku bakal tetep maksa sih besok-besok bikin Golden Mushroom ini buat bekel sekolahnya, walau belum lewat uji rasa oleh anakku *ibu yang kejam*. Hehehe. Ada yang mau share resep buat bekel sekolah anak? Boleh lhoo...I desperately need it. : )

Minggu, 17 April 2011

MOM's Corner: Lasagna & Caramel Pudding

Minggu ini aku 'libur' masak-masaknya, karena mamahku ulang tahun hari sabtu kemarin. Kita sekeluarga besar menginap di hotel apartemen di daerah jakarta selatan pas malam minggunya. Acara dimulai sabtu siang dengan ceramah dari ustadzah yang biasa  diundang di acara keluarga bertempat di salah satu kamar apartemen. Kamarnya memang cukup besar, ada 3 kamar lengkap dengan ruang keluarga, ruang makan dan dapur. Setelah ceramah, acara dilanjutkan dengan makan siang.


Khusus untuk acara ini, mamahku sehari sebelumnya sibuk buat macam-macam makanan. Bukan makanan utama, tapi lebih buat cemilan. Mulai dari lapis legit andalannya, kue sus, lasagna dan caramel pudding.

Walaupun minggu ini aku ngga masak, tapi belajar food photographynya jelas harus jalan terus. So aku milih lasagna dan caramel pudding untuk jadi objekku minggu ini.



Untuk yang belum tau, Lasagna adalah lembaran pasta yang disusun selang seling dengan tumisan daging cincang dan keju. Di lapisan atasnya lalu diberi mozarella, terus dipanggang deh. Yummm!! Dimakannya bisa begitu saja, tapi kalo aku sih sukanya pake sambal botolan...huhuhu...enyak bangett!! Lapisan daging dan keju yang gurih bercampur rasa pedas benar-benar perpaduan yang pas!



Silahkan dilihat-lihat hasil foto dari homemade lasagna by my mom. 



Objek yang kedua adalah Caramel Pudding. Yang ini bisa dibilang resep 'warisan'. Caramel pudding adalah Pudding yang super lembut yang dimakan bareng karamel, atau gula yang dimasak sampai gosong hingga warnanya kecoklatan.



Super lembutnya Caramel Pudding berasal dari campuran telur dan susu yang dikocok. Karamel yang sudah jadi lalu ditaruh di pyrex atau tempat yang tahan panas. Setelah dibiarkan dingin dan mengeras, baru ditambahkan campuran telur dan dan susu untuk pudingnya dan kemudian dipanggang. Setelah dipanggang, lapisan karamel di bawah puding akan mencair, sehingga ketika puding dipotong, akan tampak cairan karamel di bawahnya.


 

This caramel pudding is definitely the perfect one for desert! Untuk yang tidak terlalu suka manis, memakan caramel pudding dibarengi strawberry bisa jadi pilihan juga. Rasa lembut manis dari pudingnya dikombinasi dengan rasa asam segar dari strawberry...perfecto!! 


Enjoy the pictures of caramel pudding!



Last but not least, buat yang tertarik dengan 2 menu andalan mamahku di atas boleh email ke rianakasanty@gmail.com untuk resep komplitnya. Atau ngga mau repot? ya pesen ajiaahh...: )). Cheers! 


Minggu, 10 April 2011

Poffertjes




Ide bikin poffertjes ini muncul awalnya dari perbincangan di group BB. Tadinya idenya bikin pancake, tapi berhubung nyokap punya cetakan buat poffertjes, ya hajar ajah...hehehe. Adonannya sih dari tepung pancake yang udah dikemas, tinggal tambah air ma telur...jadi deh. Almost effortless.

 

Tantangan pertama adalah pas masak di cetakannya. Aku ngisinya kepenuhan, jadi luber so pas jadi bentuknya kaya kue mangkok..-__-". Bagus matengnya sempurna. Pas yang batch kedua, ngisinya udah pas tapi kelamaan masaknya jadi gosong dehh..Grrr..


Buat topingnya, berhubung ga sempet belanja-belanja, pake yang ada aja. Pake gula halus ma cooking coklat yang diserut. Abis mo bikin saus coklat ga sempet, kameranya mau dibawa misua soalnya. (nasib ngga punya kamera sendiri).




Tantangan berikutnya jelas gimana bikin foto yang cantik. Thanks to mba Dita yang punya blog "Yummy!" (liat di list blogku). Konsep dan angle foto ada yang terinspisrasi dari mba Dita inih. Walau kalo hasil fotonya mah masih jauh dibandingin beliau, tapi sebagai pemula aku cukup puas lah. Cukup seneng dengan pengalaman bikin poffertjes plus photo session hari ini. Salah satunya adalah karena the sun is very shiny today! Sun is really a good friend of mine in doing food photography.

Sop Buntut by Ibu Mertua


Inget kan kalo minggu lalu aku ada kunjungan dari ibu mertua? Minggu lalu aku bikin nasi hainam dalam rangka kedatangannya. Nah, pas hari sabtu kemarin beliau mau pulang, aku daulat dulu ngajarin bikin Sop Buntut. Keterlibatanku ya sangat minimal..heheh...aku cuma ngeliatin aja sambil ngetik di BB bahan-bahannya terus cara masaknya.




Yang ternyata butuh effort banyak jelas ngempukin buntutnya itu. Beliau katanya ngga suka pakai presto, jadi lebih milih direbus pake panci biasa berjam-jam.-__-". Tapi proses itu dilakuin hari jumat, jadi pas sabtunya sih tinggal ngebumbuin aja. Bumbunya selain standar bawang merah dan bawang putih, garam gula, ada juga yang 'baru' buat aku alias ngga pernah pake sebelumnya, seperti pala, kayu manis ma cengkih. Hasilnya ok sih, cuma agak kemanisan dikit buat aku. Tapi itu kayanya masalah selera. : ) Oiya, aku sempet nyoba ngambil beberapa buntutnya, dikecapin terus dibakar.





Foto sessionnya dilakukan dua kali. Karena yang pertama aku ngga ngerasa terlalu optimal, hari minggunya aku ulang lagi dengan set yang berbeda dengan sisa sop buntut yang ada. hehehe. Overall, pengalaman yang cukup menarik. Belajar masak sop buntut sekaligus nyoba berbagai angle foto untuk dokumentasinya. Enjoy!

Jeruk Nipis in Action!

Kan sekarang lagi jamannya narsis ya, di mana orang-orang seneng difoto-foto terus dipajang di facebook. Nah kalo aku sukanya narsis hasil foto sendiri..hehehe..Ceritanya kan tiap minggu latihan terus 'food photography' dengan masakan sendiri terus upload di blog deh. Obviously that is another form of narsis kan? : )



By the way kemarin pas ke Kelapa Gading mall, lagi ada pameran kamera Olympus. Di tengah pamerannya ada workshop yang ngajar Darwis Triadi! Dan pas yang diajarin itu food photography. Objectnya mangkuk dan piring  kecil. Di atas mangkuknya ditaro sendok dengan buah/bola(?) merah. Setiap orang yang bawa kamera Olympus bisa ke depan nyobain foto object tersebut. Sebelum difoto, kameranya dihubungkan dengan kabel, sehingga hasil fotonya terhubung ke layar sehingga semua orang bisa liat. Sang suhu ngeset-ngeset dulu di kameranya abis itu baru yang punya kamera memfoto object. Hasilnya keren tuenannn...!! Huuhuhuu...aku sampe ngiler-ngiler pengen banget bisa bikin foto kaya gitu. Sori, berhubung cuma bawa BB, aku ngga moto objectnya maupun hasil di layar. Aku cuma sempet moto settingnya aja.



Tapi kembali ke masalah narsis tadi, boleh dong aku share hasil foto Jeruk Nipisku. Hehehe...iseng-iseng yang tetep pengen dishare di blog. Minimal buat arsipku, biar nanti kalo aku udah jago food photography bisa diliat-liat lagi sambil ngetawain diri sendiri. ; ).


Pages